Opini  

Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 M

Gambar ilustrasi perayaan hari raya idul fitri

Nitizone, Opini – Merenungi Malam hari raya idul fitri 2022 yang sangat dramatis, mendengar lantunan takbir yang begitu indah, bunyi mercon dari semua sudut rumah sambil menatapi kilauan kembang api yang sangat indah membuat diri ini sangat terpukul, karena belum bisa memberikan yang terbaik terhadap orang yang selama ini sudah terbiasa bercengkrama.

BACA JUGA:  Partisipasi Politik Kaum Muda dan Hermeneutika Politik Kekinian

Andaikan lebaran ini bisa ditunda, mungkin akulah orang pertama yang akan mengopsikan penundaan itu, karena terlalu banyak beban yang belum terpenuhi, bukan hanya soal ketuhanan tetapi juga tentang sosial kemanusiaan yang sangat jauh dari harapan yang sebenarnya.

Begitulah kehidupan yang terkadang tidak bisa dihitung atau di prediksi oleh nalar manusia. Sehebat apapun usaha kita bila tuhan belum berkehendak tetap tidak akan sesuai, tetapi mari kita belajar atas pengalaman yang kita hadapi saat ini, riuk pikuk diluar sana sangat mebanting ketenangan jiwa saat orang-orang yang kita cintai dan seharusnya kita ayomi belum terfasilitasi betul, seolah kita tidak pernah mengenal dunia kehidupan diluar apalagi soal jalinan komunikasi dengan laum elit.

Baru kemarin kita start berpuasa ternyata sekarang kita sudah dihadapkan dengan arti sebuah kemenangan yang seharusnya kita rayakan walaupun kita dalam kondisi pahit atau terpuruk, biarlah alam yang menilai bahwa kita akan tetap bahagia.

Ingin rasanya mengelus kepala semua anak yatim atau piatu sambil menyantuni mereka agar ikut bahagia, tetapi semua itu hanyalah jadi keinginan besar, kenyataan malah kurang mendukung, tapi tidak apa-apa maskipun hanya bisa memberikan seadanya dan kepada orang-orang tertentu, semoga tuhan melimpahkan rejeki mereka juga keluargaku tercinta.

Gema takbir ini terus kita lantunkan sembari menghilangkan pikiran momet menghadapi ketidak stabilan sikon, kembali fokus pada perayaan hari idul fitri besok, semoga kita semua kembali fitrah. Memulai dari 0 dan mari kita hapus semua kesalahan dari awal dengan cara saling memaafkan.

Taqobalallahuminna Wa Minkum, di hari yang fitri dan berbahagia ini ijinkan saya dan keluarga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan Semoga Allah memberkahi kita semua, Amin.

*SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1443 H/2022 M*